Minggu, 02 November 2014

Melangkah Tapi Tak Melangkah

ya kenapa saya memberikan judul seperti itu? kenapa gak melangkah lebih maju?. saya tipe orang yg penakut, ragu-ragu, dan sering bertindak bodoh. kali ini saya membicarakan isi hati saya, entah kenapa saya lebih asik menulis perasaan hati ini lewat catatan kecil maupun besar sesuai pengalaman yg di emban saya jalani. kalau bicara hati tidak habisnya bagi seorang laki-laki. karena disilah kelabilan atau ketidak pastian lelaki terhadap pilihan nya dia. kalau menurut saya sangat wajar, karena laki laki hanya memilih bukan mencari dan sedngkan wanita hanya menunggu dari seorang pujaan hati nya. tapi ini saya sangat ragu ragu untuk soal wanita, karena banyak pertimbangana pertimbangan yang tidak pernah aku lupakan, kedua, laki-laki harus mempunyai uang atau money kalau gak mau di bawa kemana jati diri sebagai laki? 
sesekali kadang kadang dan maupun itu pasti kalau sedang sendiri atau jalan sendiri dan merenung bertanya hati. kemana kah jodoh ku, siapa jodoh ku kelak, siapa yang mau menerima ku seperti ini, siapa yang mengerti tentang keluarga ku, apakah cantik atau tidak, apakh wanita soleh atau tidak dll. semua kembali ku serah kan kepada allah. tapi giliran lagi bete selalu muncul apakah berani bertindak untuk melangkah untuk pacaran? tapi rasanya hati selalu berbicara "ingat orang tuamu ingat nasihat almrhm ayah, ingat sodara sodara masih membutuhkan saya" iya itu kenapa selalu ingin "melangkah tapi tak melangkah maju" untuk ke jenjang pacaran. sejatinya dalam ajaran islam tidak ada pacaran tapi hanyalah ta'aruf. setelah menela'ah dan mempelajari ilmu ta'aruf rasanya begitu indah bila menjalani nya dengan benar menurut syariaat agama. tapi terbanding terbalik dengan ta'aruf, ta'aruf dapat di salah artikan. saya tidak akan menjelaskan semua tentang ta'aruf. karena sudah pada dewasa semua dan mengerti mana yg benar dan mana yg salah. 
giliran sudah ada yg ingin saya sukai, nampaknya mereka tidak merenspon, padahal saya hanya ngefans dan tidak hanya ngefans semata. ya tidak munafik untuk mendapatkan nya sih, hehe. ini dia yng selalu saya tanyakan ke hati saya "apakah tidak ada yg mau dengan saya seperti ini" tapi tidak boleh su'udzon tapi husnudzon. ini yang saya tekani ke hati saya agar tidak membenci tapi sabar dan terus sabar mendapatkannya.
 saya percaya jodoh di tangan Allah, saya serahkan semua segala jodoh dan mati ku karena allah. kalau tidak berusaha dan ikhtiar mendapatkan nya gak rugi, tpi kalau berdanding kebalik doa dan usaha gagal maka balik lagi ke pasal 1 yaitu kita serahkan kepada allah. mungkin itu sangat manjur ketika semua kita yakin jalan nya allah. allah tidak tidur dan selalu melihat kerja keras manusia.
            cukup sekian yang saya ceritakan. tak perlu lagi pusing untuk jodoh.

            PIKIRLAH MASA DEPAN, FOKUS KULIAH FOKUS ORGANISASI FOKUS DENGAN TUJUAN DAN BERIKAN HADIAH TOGA UNTUK ALM. AYAH, JODOH DI TANGAN TUHAN TIDAK PERLU TAKUT, SEMANGAT 45 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar