“PENGUMUMAN UN TELAH TIBA”
Jakarta, 13 JUNI 2013
Jakarta, 13 JUNI 2013
Assalamualaikum wr wb,
Puji syukur Alhamdulillah atas segala rahmat dan rizky yang Allah berikan pada kita semua
Tepat 3 tahun yang lalu, saat belajar
di bangku SMAN 57 JAKARTA, begitu juga temen-temen yang merasakan susah,
senang, dan bahagia menjadi satu saat belajar.
Pada awal masuk sekolah di bangku SMA,
kita tak luput dari masa perkenalan yaitu MOS, apa itu MOS yaitu Masa Orientasi
Siswa. Di saat itu semua di kenal kan dari awal perkenalan gedung dan kelas
yang ada di sekolah, guru juga tak lupa di perkenalkan masing-masing. Yang
paling heboh adalah di kenalkan kaka OSIS, wah temen-temen mereka bahagia
pastinya karena kaka nya ada yang kece, cantik, dan ada yang biasa saja.
Saya berada di kelas di X-4. Oh ya
kembali lagi kita di pekenalan nama masing-masing, mulai dari nama, asal
sekolah SMP, kenapa mau berada di 57?. Oke mulai perkenalan dari ketua maskot,
dan merembet ke anggota kelas nya. Nah! Dari situ lah kami mengenal dan
memahami karakter temen-temen. 1 tahun sudah kebersamaan di kelas X-4, kini
kita berpisah dalam artian naik kelas XI. Terimakasih temen-temen kelas X-4
atas kebersamaan suka dan duka nya. Jangan lupa kita kumpul tanggal 10 APRIL
2030 di MONAS yah sahabat.
Mengucap rasa syukur saya masih di
kasih kesempatan naik kelas XI. Saya mendapatkan kelas XI IPS 2. Ya, mulai lah
dari awal penyesuaian perkenalan nama temen-temen dan wali kelas. Oh iya di
kelas XI ini saya mendapat kan mandat menjadi ketua kelas dan mendampingi wali
kelas dan temen temen. Ada suka dan duka nya sih menjadi ketua kelas, tapi saya
menjalani dengan ikhlas karena allah swt. Di kelas XI ini perkenalan
temen-temen tak sulit dari kelas X, maklum saja kelas X saja saya tak mengenal,
maka di kelas XI ini saya bisa menyesuaikan temen-temen. Ada beberapa yang
kenal, tapi kembali lagi tak sesulit ketika kelas X. Semua senang atas di beri
kenaikan kelas XI ini. Saya sangat bersyukur di kelas ini, kenapa? Karena saya
bisa belajar memahami karakter temen, belajar mandiri, belajar kerja sama,
pokok nya belajar dan belajar deh, dan akhirnya nilai saya tak semuluk di kelas
X, di kelas XI ini saya mendapatkan nilai yang memuaskan. Alhamdulillah 1 tahun
berlalu juga saya mendapatkan kesempatan naik kelas XII. Terimakasih kawan XI
IPS 2 atas 1 tahun ini.
Hehe menyengir dalam nada bahagia
karena saya bisa melanjutkan di kelas XII. Mengucap rasa syukur saya bisa naik
kelas XII IPS 3. Ini kelas XII yang paling saya takuti, kenapa? Karena kelas
XII itu sangat sulit menjaga amanat sekolah bisa lulus 100% dan bisa naik
peringkat, itu yang membuat saya tereformasi dalam belajar. Saya harus bisa
mengangkat sekolah lebih baik lagi. Bulan demi bulan sudah saya lewati untuk
belajar fokus UN, berada di tahun 2013 di bulan Maret, sekolah sudah memberikan
materi tambahan untuk suksesnya UN, dan hati saya menjadi takut dan was was
menjelang UN yang sebulan lagi.
Berada tepat di tanggal 15-18 APRIL
2013, UN pun tiba mulai lah berperang sesungguhnya, karena apa? UN ini menentukan
lulus atau tidak nya lulus. Kalau bicara UN susah atau gak, ya pasti ada yang
sulit, karena kita juga tak belajar dan memahami. Tapi untuk UN 2013 ini soal
sangat rumit, karena ada bercode, kertas LJK yang tipis, soal yang cacat. Ya
itu semua sudah dari sana. Dan pesan untuk pemerintah “UN ini jangan sebagai ajang
nyari duit, tapi sebagai ajang mencari tunas anak bangsa, jangan merumitkan
anak-anak yang sedang UN”.
Tanggal 24 MEI 2013, pengumuman UN
yang saya tunggu-tunggu tiba, rasa hati ini tak karuan antara lulus dan tidak.
Saya masih optimis saya bisa lulus serta temen temen SMAN 57 lulus 100% dan
mengangkat peringkat sekolah yang tahun lalu ada didasar kelas semen. Atas ijin
allah juga alhamdulillah SMAN 57 LULUS 100%, mendapatkan peringkat 8 se-Jakarta
Barat.
Terimakasih, GURU saya yang tidak
dapat disebutkan satu per-satu, kalian menjadi keluarga dan bagian dari hidup
saya.
Terimakasih, Sahabat saya yang tidak
dapat disebutkan satu per-satu, kalian menjadi keluarga dan bagian dari hidup saya.
Terimaksaih lingkungan masyarakat
Kebonjeruk, yang mendewasakan kami. Di tempat ini pula Soe Hok Gie lahir dan
besar di Kota ini.
SELESAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar