Assalamualaikum wr.wb
Selamat sore semua kembali lagi dengan gue ilmiawan bisa di panggil ilmi, dan anto.
Sebelum nya enakan pake Gue ya dari pada saya. Jadi gini gue mau cerita semua nya pada kalian semua, bahwa rabu kemarin setelah pulang dari RSUD Depok gue di ajak ni sama abang dan kaka ipar ke rumah umi, oh ya umi itu ibu sambung gua yaa, klo ibu kandung gue itu Ibu Tari gue panggil nya.
Oke gue di teken kembali kejujuran gue di rumah ini dengan abang gue, gue di tanya semua hall yang menyangkut dengan diri pribadi gue, yak soal masalah yang begitu berat yang gue hadapi.
Seiring jalan menggunakan mobil melaju ke rumah umi di tangerang pasar kemis dengan menempuh waktu 1 jam setengah melalui toll Alhamdulillah lancar tidak ada hambatan kemacetan apapun. Sesampai nya di rumah umi semua duduk dan istirahat minum teh, baru mulai pembicaraan yang interen pada diri gue sendiri masalah yang gue, Yak yaitu pinjaman online dan pinjaman dengan temen. Ini masalah besar bagi gue yang saat ini hadapi.
Jadi temen temen semua di harapkan pengalaman gue ini jangan di tiru yaa. karena akan berdampak ni pada diri kalian mulai dari psikis loe yang terganggu, kesehatan loe yang terganggu, semua dari ujung sampe kaki loe ngerasain sakit karena kepikiran cicilan loe yang membengkak atau bahkan sepintas loe di hantui dengan depcolector yang menagih hutang. Jadi untuk kalian jangan pernah ikuti jejak gue. Cukup stop diri gue sendiri. Gue mau berubah dan ga mau lagi jatuh kelobang yang sama.
Jujur ini akibat dari semua kebohongan gue yang sok kuat, sok royal, sok bahagia in orang, padahal diri sendiri tidak bahagia. So itu jadi pelajaran yang berharga bagi gue sendiri. Kesederhanaan dan peluang yang di ambil memang harus perlu pikir panjang kedepan, jangan asal hidup kuat nyatanya bobrok loh, ini yang terjadi pada diri gue sendiri.
Dari pribadi yang sangat dalam gue hanya bisa meminta maaf pada diri sendiri, meminta maaf kepada kedua orang tua ibu gue ibu tari, umi Nur, meminta maaf kepada abang gue, kaka ipar, dan ponakan. Meminta maaf pada temen seperjuangan di sekolah, meminta maaf yang sudah sudi di merepotkan dengan masalah gue. Jujur gue yang salah gue sendiri yang mulai tapi gue ga bisa tanggung jawab. Kepribadian gue harus bisa lebih bertanggung jawab pada diri sendiri, doain selalu semoga satu persatu semua urusan selesai, sekali lagi mohon maaaf yang paling dalam.
Oh yaa gue juga ga lupa pada semua yang terlibat pada diri gue gue Terimakasih dan minta maaf, pengalaman gue ini bagus untuk di rubah pola pikir gue. Terimakasih temen temen yang sudah memberikan solusi kepada abang saya sudah datang ke sekolah mencari info tentang diri gue, saya sendiri juga meminta maaf dan Terimakasih sudah merepotkan pikiran kalian, dan di pusingkan juga dengan masalah gue. Gue sekarang ga bisa janji, tapi gue sekarang hanya membuktikan bahwa gue bisa melawan diri sendiri untuk menahan untuk tidak berlebih lebihan. Terimakasih selalu di ingetkan agar tidak terjadi pada lobang yang sama. Sekarang waktunya bekerja keras! Lawan rasa malas! Lawan rasa berlebihan!
Ada kutipan ayat yang bener bener ngena di diri gue yaitu ini :
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." QS. Ar Rad : 11.
Dan ini juga :
"Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu." -Ali bin Abi Thalib.
Nah mulai dari situ gue berfikir buang sifat kejelekan dengki, iri hati pada diri sendiri, jadi ubah pola pikir yang positif positif dan positif, insyallah gue pasti bisa lakuin semua ujian ini. Mulai sekarang gue rancang kehidupan gue hari hari gue bulan demi bulan gue harus buat jadwal untuk diri gue sendiri.
Percaya sama diri sendiri, percaya sama Allah SWT, percaya pada nabi dan rosul yuk bisa insyallah kedepan masa depan yang lebih bagus. sekarang ga bisa janji, sekarang waktunya pembuktian yang nyata. Yuk bisa mi ilmi bisa Bismillah
JANGAN PERNAH MENCOBA BERPIKIRAN YANG NEGATIF, MAKA AKAN MENDAPATKAN RASA YANG BURUK KEDEPANYA, YUK COBA UBAH POLA PIKIR YANG NEGATIF UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH.
Bismillah yaa pasti bisa mi
BalasHapus