ya kenapa saya memberikan judul seperti itu?
kenapa gak melangkah lebih maju?. saya tipe orang yg penakut, ragu-ragu, dan
sering bertindak bodoh. kali ini saya membicarakan isi hati saya, entah kenapa
saya lebih asik menulis perasaan hati ini lewat catatan kecil maupun besar
sesuai pengalaman yg di emban saya jalani. kalau bicara hati tidak habisnya bagi seorang laki-laki. karena disilah kelabilan atau
ketidak pastian lelaki terhadap pilihan nya dia. kalau menurut saya sangat
wajar, karena laki laki hanya memilih bukan mencari dan sedngkan wanita hanya
menunggu dari seorang pujaan hati nya. tapi ini saya sangat ragu ragu untuk
soal wanita, karena banyak pertimbangana pertimbangan yang tidak pernah aku
lupakan, kedua, laki-laki harus mempunyai uang atau money kalau gak mau di bawa
kemana jati diri sebagai laki?
sesekali
kadang kadang dan maupun itu pasti kalau sedang sendiri atau jalan sendiri dan
merenung bertanya hati. kemana kah jodoh ku, siapa jodoh ku kelak, siapa yang
mau menerima ku seperti ini, siapa yang mengerti tentang keluarga ku, apakah
cantik atau tidak, apakh wanita soleh atau tidak dll. semua kembali ku serah
kan kepada allah. tapi giliran lagi bete selalu muncul apakah berani bertindak
untuk melangkah untuk pacaran? tapi rasanya hati selalu berbicara "ingat
orang tuamu ingat nasihat almrhm ayah, ingat sodara sodara masih membutuhkan saya"
iya itu kenapa selalu ingin "melangkah tapi tak melangkah maju" untuk
ke jenjang pacaran. sejatinya dalam ajaran islam tidak ada pacaran tapi
hanyalah ta'aruf. setelah menela'ah dan mempelajari ilmu ta'aruf rasanya begitu
indah bila menjalani nya dengan benar menurut syariaat agama. tapi terbanding
terbalik dengan ta'aruf, ta'aruf dapat di salah artikan. saya tidak akan
menjelaskan semua tentang ta'aruf. karena sudah pada dewasa semua dan mengerti
mana yg benar dan mana yg salah.
giliran
sudah ada yg ingin saya sukai, nampaknya mereka tidak merenspon, padahal saya
hanya ngefans dan tidak hanya ngefans semata. ya tidak munafik untuk
mendapatkan nya sih, hehe. ini dia yng selalu saya tanyakan ke hati saya
"apakah tidak ada yg mau dengan saya seperti ini" tapi tidak boleh
su'udzon tapi husnudzon. ini yang saya tekani ke hati saya agar tidak membenci
tapi sabar dan terus sabar mendapatkannya.
saya
percaya jodoh di tangan Allah, saya serahkan semua segala jodoh dan mati ku
karena allah. kalau tidak berusaha dan ikhtiar mendapatkan nya gak rugi, tpi
kalau berdanding kebalik doa dan usaha gagal maka balik lagi ke pasal 1 yaitu
kita serahkan kepada allah. mungkin itu sangat manjur ketika semua kita yakin
jalan nya allah. allah tidak tidur dan selalu melihat kerja keras manusia.
cukup sekian yang saya ceritakan. tak perlu lagi pusing
untuk jodoh.
PIKIRLAH MASA DEPAN, FOKUS KULIAH FOKUS ORGANISASI FOKUS
DENGAN TUJUAN DAN BERIKAN HADIAH TOGA UNTUK ALM. AYAH, JODOH DI TANGAN TUHAN
TIDAK PERLU TAKUT, SEMANGAT 45