Jumat, 13 November 2020

Sayang Dua Kerjaan, Satu berakhir harus selesai begitu saja.

Jakarta, 14 November 2020 

Assalamualaikum Wr.Wb

Selamat Pagi, hallo kembali lagi dengan tulisan aku setelah lama tidak menulis kisah perjalanan aku, terakhir tulisan itu aku tulis ketika aku berada di bangku kuliah, cerita tentang percintaan lebih tepatnya biasa lah kenal lawan jenis di kampus hehehe. Nahhh kali ini aku tidak menceritakan tentang percintaan namun saya akan menceritakan pengalaman saya dalam berkerja.

 

Aku sekarang berkerja di salah satu sekolah Yayasan di Jakarta Selatan persis depan Mall Gandaria City, hehehe silahkan cari tau yaa, yang sudah tau boleh coment dibawah ini yaa. Aku ngajar sebagai Pendidik mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas 7 dan 8, dan juga Pendidikan Kewarganegaraan yang disebut PPKn atau PKn di kelas 8. Aku sudah bekerja di yayasan SMP ini cukup lama sekitar 3 tahun lebih 1 bulan. Pengalaman yang sangat luar biasa aku merasakan bekerja professional sebagai seorang Guru, di gugu, di tiru dan di contohkan.

 

Alhamdulillah aku disini dapat temen perjuangan yang sangat luar biasa mengajarkan aku sebagai guru yang baik di dalam maupun di luar, awal masuk disana banyak takanan yang harus di selesaikan dengan tanggung jawab tugas tugas dengan tuntas, kenal guru senior, kenal guru seperjuangan seumur beda dikit 5 tahun, meraka sangat baik, menerima aku sebagai temen seperjuangan Gur. Terimakasih juga oleh temen ku yaitu Coheva, tanpa dia aku tidak sampai saat ini, dia temen SMA ku yang berjuang bersama sama di Bimbel. Terimakasih ketua Yayasan Sekaligus Kepsek saat itu Ibu Rita, Terimakasih juga dengan kurikulum Ibu Atiah, terimakasih dengan Ibu Puji sebagai pamong IPS pertama kali di uji dan di nilai dengan beliau.

 

Oh yaa ada yang menarik dari semua temen guru senior maupun seumuran, yang paling melekat dan dekat hingga sampai saat ini yaitu mereka temen seperti sodara yang sampai saat ini tetap jalan silahturahmi nya yaitu Ibu Amay, Ibu Herly, Ibu Alya, Pak Mardy, Pak Sigit, Ibu Henny (Baru Gabung), Ibu Fetri (Baru Gabung), Pak Andi (Baru Gabung), Ibu Syifa (Baru Gabung), Ibu Zulia, Pak Ubay, Ibu Puji, Ibu Endah (Baru Gabung). Yaa meraka lah yang buat aku kuat dan betah di sekolah ini, mungkin tanpa mereka aku sudah berhenti dan tidak melanjutkan sebagai guru. kadang kala keluh kesah, kesal, seneng di luapkan dengan mereka disaat tugas belum juga selesai ataupun ada masalah yang menimpa pada diri ku. Akan terus aku simpen memory ini dan tidak akan aku lupakan. Suatu saat aku sukses aku bantu mereka yang membantu aku disaat susah maupun senang.

 

Cukupp yaa cerita awalnyaa, hehehe inti dari semua cerita awal ada ko maksud kisah yang akhir akhir ini yang menimpa pada aku, kisah pertama mungkin ini bisa di sebut cerita berlebihan atau kisah yang ke baperan saya, pasal nya aku sudah mulai jenuh, bingung, sedih, kesal entah mau meluapakan kesiapa, hanya bisa lewat tulisan ini hati aku bisa sepenuhnya tercurahkan. Bagaimana tidak di umur 25 th ini bulan juli aku mengulang tahun atau yang di sebut happy birthday, hehehe iyaa harus nya happy, tapi di ulang tahun 25 tahun ini saya mulai sadar, hidup seperti ini tidak ada tabungan dan tidak ada tambahan yang masuk apakah masa depan ku yang akan datang akan suram?

 

Ah tapi aku yakin dengan hidup ku ini akan berubah mengambil kejayaan di masa depan yang cerah. Seiring jalan hingga bulan September, Oktober, nampaknya mulai menemukan jatidiri aku, aku yang membrontak dengan jiwa muda, aku lawan semua elemen yang ada di dalam nya, yang pada akhirnya aku kabur seminggu tidak masuk ke sekolah untuk menenangkan pikiran, hingga aku berbohong pada kepada atasan sekolah, klo aku pergi ada keperluan, padahal aku kabur untuk menenangkan di rumah sodara di Rawamangun pisanganan lama. Dalam renungnan aku di rawamangun aku harus cari pekerjaan yang membuat saya bisa hidup di masa depan kelak.

 

Yaa aku mulai cari lowongan sana sini, mulai masuk-masukin lowongan, sambil berjalan aku mulai turun ego dan amarah ku terhadap elemen yang ada di sekolah, aku kembali kesekolah dengan mencoba berubah menjadi lebih baik lagi, tapi nyatanya malah aku tidak di pakai lagi untuk kegiatan kegiatan sekolah, aku tidak marah, aku hanya bisa sabar dan sabar. Tepat tanggal 26 September 2020 aku mendapatkan lowongan pekerjaan, perusahaan tersebut membutukan karyawan untuk tim pengetikan Soal-soal Ujian sekolah SBM, UTS, PAT, SMP maupun SMA. Aku lamar masuk CV ku kesana, Alhamdulillah aku di hubungi pihak perusahaan bimbel tersebut di hari selasa untuk menanyakan wawancara di hari apa, akhirnya pihak tersbut bilang hari jumat bisa tidak pak? Aku jawab bisa pak saya akan segera ke perusahan nya. Dalam hati sangat senang ada angina segar bahwa tambahan gaji ada di angan angan untuk persiapan Lamaran aku dengan pasangan ku. Akhirnya aku datang di hari senin tanggal 5 Oktober 2020 tepat anak anak sekolah PTS saya malah datang untuk wawancara dengan perusahan tersbut, eh yaa aku ga lepas tanggung jawab ko, aku tetap jalanin tugas aku sebagai walikelas mendampingin anak anak PTS Yaa, ya deal aku di terima dengan perusahan tersebut membuthkan 3 bulan kontrak dengan nominal yang bagi aku cukup untuk lamaran, Alhamdulillah aku mulai bekerja di dua perusahaan.

 

Aku langsung kerja pulang pergi ke masjid tempat tinggal sementara aku ke kerjaan ku yang tidak begitu jauh berada di daerah di cidodol permata hijau. Awalanya berjalan lancar dan mulus namun tidak mulus di hari rabu tanggal 7 Oktober 2020 aku di cari cari oleh pihak sekolah, dan aku di minta untuk bertemu dengan pihak sekolah, dalam hati waduhh apakah ini tidak di ridhoi jalan aku ya? Apa aku salah untuk bekerja di dua perusahaan ini? Gila, stress tiba tiba yang ada di benak ini. Waktu terus berjalan, aku ingin ambil hak aku di bulan September, namun seperti bola tendang sana, tendang sini. Apakah ini yang namanya tidak adil? Sepertinya aku juga yang salah mengambil 2 perkerjaan tanpa bilang oleh pihak sekolah, pada akhirnya aku di suruh memilih salah satu, aku terus berdoa malam nya aku harus seperti apa dan berbicara bagaimana, airmata terus mengalir di malam hari aku pasarah berdoa dengan yang maha kuasa. Niat baik untuk mengambil tambahan untuk lamaran kandas dan gagal. Aku minta jalan keluar dengan tuhan aku yaitu allah, setelah ku sholat tahajud aku mantapkan hati ku, aku memilih kembali ke sekolah dan melepaskan perusahaan yang sudah berjalan seminggu 1 hari itu sia sia dan kandas gagal, aku blokir nomer nomer perusahaan tersebut untuk tidak bisa menghubungi aku lagi, tingkah konyol aku itu muncul tiba tiba. Saya mohon maaf dengan perusahaan tersebut pasti akan kecewa dengan sikap saya yang berhenti begitu saja tanpa mengabarkan nyaa.

 

Yaa seperti itu perjalanan saya, hidup ini memang penuh misteri, aku hanya bisa sabar dan pasrah saat ini, yang ada di pikiran ku aku harus berkembang dan berjuang lagi, tapi langkah ku selalu terhenti. Tetap sabar semoga ada jalan keluar untuk ada tambahan untuk niat baik aku. Ini lah akhir cerita aku bekerja dua perusahaan satu berakhir harus selesai seperti saja. Mohon maaf atas kesalahan aku dan perbuatan aku, aku tidak menyinggung semua, tapi saya cerita untuk meluapkan isi hati aku. Sekali lagi aku minta maaf. Ini jadi pembelajaran saya untuk menjadi lebih dewasa. Untuk lebih panjang pemikiran nya. Semangat hidup, pikiran lebih matang lagi sebelum mengambil keputusan.

 

PIKIRAN YANG MATANG AKAN MENJADI DEWASA, PIKIRAN YANG ASAL JADI SESUAI EGO TIDAK AKAN MENJADI DEWASA.